CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 21 Juli 2010

Harapan Kepada Pemuda


Aku harapkan pemuda inilah yang akan sanggup
membangunkan zaman yang baru
memperbaru kekuatan iman
menjalankan pelita hidayat
menyebarkan ajaran khatamul-anbiya’
menancapkan di tengah medan pokok ajaran Ibrahim

Api ini akan hidup kembali dan membakar
jangan mengeluh jua, hai orang yang mengadu
Jangan putus asa, melihat lengang kebunmu
Cahaya pagi telah terhampar bersih
Dan kembang-kembang telah menyebar harum narwastu

Khilafatul-Ard akan diserahkan kembali ke tanganmu
Bersedialah dari sekarang
Tegaklah untuk menetapkan engkau ada
Denganmulah Nur Tauhid akan disempurnakan kembali
Engkaulah minyak atar itu, meskipun masih tersimpan dalam kuntum yang akan mekar

Tegaklah, dan pikullah amanat ini atas pundakmu
Hembuslah panas nafasmu di atas kebun ini
Agar harum-harum narwastu meliputi segala
Dan janganlah dipilih hidup ini bagai nyanyian ombak
hanya berbunyi ketika terhempas di pantai
Tetapi jadilah kamu air bah, mengubah dunia dengan amalmu

Kipaskan sayap mu di seluruh ufuk
Sinarilah zaman dengan nur imanmu
Kirimkan cahaya dengan kuat yakinmu
Patrikan segala dengan nama Muhammad

Mohammad Iqbal

Sepucuk surat dari ayah


Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang ayah.
Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Bekas kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.
Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.
Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindahdan paling aku banggakan di depan siapapun.
Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.
 Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.
Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.
Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dicintai orang lain, tapi agar engkau dicintai Tuhan.
Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapatkau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.
Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.
Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.
Dari ayah yang senantiasa merindukanmu
MISYKAT. 8

Selasa, 13 Juli 2010

ketika aysha yg geje ngomongin korupsi :P

Teman 1
“Wah kalau orang Indonesia yang korupsi dihukum mati, ntar ada pembunuhan masal dong. Lah jumlah pejabat dari tingkat kelurahan sampe eselon satu aja berapa? Belum pengusahanya. Wah bisa-bisa hantu koruptor gentayangan ntar hihihi”
Teman 2
“Emang dasar orang Indonesia, jiwanya jiwa ngrusak, KRD enak-enak pake pintu otomatis kok diganjel pake batu. Rusak deh”
Teman 3
“Adek q kmaren hasil tesnya jelek. Jadi ga masuk SMP negeri, tp mama bilang ada yang nawarin bangku 1,5 jt gt…menurutmu gmn?”
Teman 4
Indonesia, ing ngarso ngrikiti ing madya ngriwuhi, tut wuri ngerecoki *halah-halah*
Teman 5
“Lhawong mau jadi polisi aja nyogoknya puluhan juta, pantes pas dah jadi balikin modal. Begitu itu tingkahnya, kalo  ga pungli di jalan yaaa jadi makelar kasus”
Teman 6
“Anggota DPR kerjaannya ya nyari ceperan biar modalnya balik dulu”
Teman 7
“Cara ngemis dari yang paling konvensional smpe yang paling modern
Pengen uang receh sodorin bungkus permen
Pengen duit seribuan sodorin amplop
Pengen duit jutaan sodorin cek
Pengen milyaran, sodorin koper kayak si gayus :P”
Teman 8
Apa bedanya pengemis ma koruptor?
Klo pengemis ga makan haknya koruptor, kalo koruptor makan jatah pengemis
Trus klo koruptor ma WTS apa?
WTS kena razia malu, mukanya ditutup
Lha koruptor klo ketangkap malah senyam-senyum innocently di depan tipi 
      Halah-halah mbuh lah teman-teman saya ini komentarnya makin kreatif saja. Sempet sih saya bilang. Kalian ngomong gitu soalnya kalian ngga ada di tempat mereka, klo kalian jadi pejabat yakin tah ngga bakal tergoda? :P
      Indonesia,
      Banyak nian penyakitmu. Digerogoti orang-orang yang tidak amanah, dari tingkat sekolah aja sogok menyogok dah kelihatan wajar. Ntar klo dah jadi pejabat, makan uang rakyat jadi wajar juga donk.
      Zaman sekarang korupsi mah dah biasa, lha wong pak sensor aja pake peci korupsi milyaran kok .
      >,<
      Ayo ada yang bilang gitu? sini tak timpuk….
      Kalian jangan lihat pecinyaaaa………..yang korupsi itu orangnya bukan pecinya.
      Lagipula, Kalau perbuatan buruk sudah dinilai wajar, apa kita mau ikut-ikutan juga? klo kalian semua jawab iya, saya yakin selamanya Indonesia akan rusak, soalnya semua berorientasi ngeruk kekayaan negara, ga ada yang pengen melakukan perbaikan.
      Ntar smua pada bilang
      Malu aku jadi orang Indonesia
      Untung ibu pertiwi ga bisa ngomong. Kalau dia bisa ngomong pasti dia akan bilang
      Gue yang malu punya penduduk kayak kalian smua
      Entahlah rasanya, kerusakan mental ini sudah terlalu mendarah daging. Mental generasi muda kita sudah terlanjur terbentuk menjadi sosok pencari keuntungan yang handal bukan  pemberi kontribusi yang loyal dan ikhlas.
      Gimana enggak, lha wong pendidikan korupsi sudah di tanamkan sejak dini.
      Masuk sekolah nyogok
      Nilai jelek, ngasih uang saku buat wali kelas
      Masuk universitas pake joki
      Ntar ga dapat kerja, nyogok personalia
      Mbuh-mbuh geregeten
      Yasudahlah, daripada saya komen aneh-aneh disini. Ntar malah yang disinggung lihat dan saya dituntut karena pencemaran nama baik lebih baik saya akhiri saja lah. Hmm…iya, ada pesan buat teman-teman.
      Apakah kalian masih ingat hukum inersia?
      Saya harap kalian bisa mengerti filosofinya :P
      Dan satu lagi
      Jangan pernah berkata
      Jangan malu menjadi orang Indonesia
      Hanya untuk membela diri dari puisi pak taufiq ismail
      Malu aku jadi orang Indonesia
      But katakan dengan yakin
      Jadi orang Indonesia jangan malu-maluin
      Lalu Ikuti dengan tindakan, agar ibu pertiwi tak lagi malu punya penduduk seperti kita
      Aysha yang lagi error

Jumat, 02 Juli 2010

Cinta, biar aku yang mengartikannya :)

Cinta tak hanya untuk itu sayang
orang lain boleh menghabiskan waktunya di pantai, di mall, dimanapun
bersama kekasih
tapi apa kita harus seperti itu juga?
kau tahu?
disana
masih banyak orang yang masih butuh bantuan kita

Cinta tak hanya untuk itu sayang
orang lain boleh menatap gemintang malam
membayangkan wajah terkasih mereka
tapi apa kita harus seperti itu juga
sementara jauh disana
nyanyian surga memanggil dengan kata perjuangan

Cinta tak hanya untuk itu sayang
orang lain boleh tertidur dalam sepertiga malam
memimpikan kekasih kekasih mereka
tapi apa kita harus seperti itu juga?
sementara di Arsy sana ada Sang Kekasih yang Maha Agung dan Pencemburu
yang selalu menunggu kita untuk terjaga
menangis, mengeluh, bercerita dan meminta kepadaNya

Cinta tak hanya untuk itu sayang
orang lain boleh saja melayangkan kata cinta kpd kekasihnya
tapi apa kita harus seperti itu juga?
Lihat disana,
ada ali, fatimah yang menyimpan cinta mereka dalam rahasia paling rapat
pun cinta mereka berakhir indah
maka biar aku mengikuti jalan mereka
aku tahu ini memang sepertinya menakutkan
tapi aku pasrah
karena aku tahu Dia akan memberikan jalan yang indah
bukan karena aku tak terlalu cinta padamu
tapi cintaNya yang lebih besar membuatku tak kuasa melanggar laranganNya :)

Cinta tak hanya untuk itu sayang
tak hanya untuk bersentuhan
tak hanya untuk bermanis muka
tak hanya untuk berjanji

tapi cinta adalah perjuangan yang tak kenal kata lelah
untuk meninggikan namaNya

jika saat ini kau terluka karena perasaan kita
akupun juga
tapi percayalah
di surga nanti balasaNya akan lebih indah
dan memupuskan duka kita disini 

Senin, 14 Juni 2010

Indonesia == Ngaret?


Nih sebenarnya curcol sih makanya jangan kaget kalau gaya bahasanya agak beda
                Heran, jengkel, bin mangkel kalo nglihat orang-orang yang hobiiiiii banget ngaret, masak nglihat budaya tepat waktu aja harus ke Jepang sih? Apa ngga bisa , anak Indonesia membudayakan sendiri untuk datang tepat waktu di setiap acara? Yang lebih menjengkelkan lagi , setiap janjian mau rapat, syuro dll. Pasti ada dialog gini
                “Berangkatnya jam 9 aja ya?”
                “Jangan jam 9, ntar molornya bisa sampe jm 10. Jam 7 aja, ntar biar bisa mulai jm  9 pas”
                --“
                Grrrwwwwwwhhhhhhhhhhhhhh………………………..
                Tanggung jawabnya orang-orang itu mana ya? Padahal , kalau kita janji sama seseorang ,  akad kita ngga hanya dilihat ma orang itu tapi juga dicatet sama malaikat, dilihat sama Allah. So kalau kita ngaret, Allah menyaksikan perbuatan kita smua, Ngga malu?
Lagipula, Gara-gara kebiasaan ngaret itu, orang-orang yang awalnya rajin jadi kapok untuk datang tepat waktu.
 Mikir yang jauh euy >,<

NB          :
Hihihi
                Afwan-afwan, ane emang lagi dongkol
                Kata-kata ngga enaknya ngga perlu diinget
                Ambil intinya aja
                Setiap kali kita berjanji, kita tak hanya berjanji di depan manusia tapi juga di depan Alloh jadi kita jangan sampai melanggar akad perjanjian itu. >,<

Senin, 07 Juni 2010

Sedikit Tentang Tawassul


                Berawal dari ajakan adu argumentasi oleh seorang teman di ym –ga usah disebut merknya :P- tentang hukum tawassul. Nah si teman ini berpendapat bahwa tawassul kepada orang meninggal seperti yang dilakukan orang-orang pada umumnya itu tidak haram. Namun entah kenapa, saya masih kurang sreg dengan itu.
Jika diperbolehkannya bertawassul seperti itu dinisbatkan kepada ajaran kaum nahdhiyyin, saya malah lebih tidak setuju lagi. Saya juga orang nahdhiyyin, lahir dan dibesarkan di kalangan nahdhiyyin tulen malah tidak diajari tentang diperbolehkannya tawassul di makam para wali seperti saat ini.
Tapi , karena teman saya tadi membawakan hujjah lengkap tentang diperolehkannya tawassul yang sudah terangkum dalam buku Kenali Aqidahmu, karya Habib Mundzir Al Musawwa , mau tak mau saya harus menerima pendapatnya sebab beliau berhujjah dengan hadis shahih meski sebenarnya saya masih kurang sreg dengan pendapat itu.
Mengapa Tawassul kepada orang mati tidak boleh?
Definisi Tawassul menurut buku-buku yang saya baca adalah meminta sesuatu kepada Allah melalui perantara. Sebenarnya tawassul ini sudah ada jauh sebelum Rasulullah SAW datang. Bahkan, atas dasar  tawassul salah kaprah ini  orang-orang Quraisy menyembah Hubal, Lataa, Uzza, Manatta dan berhala-berhala lainya. (Kalau anda mau sedikit melirik ke sejarah anda akan menemukan fakta bahwa nama-nama berhala itu adalah nama-nama orang shaleh yang sudah wafat dan orang quraisy memanfaatkan mereka sebagai perantara mendekatkan diri kepada Allah)
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (QS Az Zumar : 3)
                Sebenarnya kalau tawassul hanya sebatas meminta bantuan kepada orang-orang seperti kyai, habib, ulama dan lain sebagainya untuk didoakan sih tidak apa-apa namun kadangkala hal ini akhirnya  merembet kemana-mana dan menjadi masalah ketika sesorang menjadi bergantung kepada orang-orang tadi hingga dalam otak mereka tertanam pemikiran kalau tidak didoakan sama pak kyai, atau kalau tidak datang ke makam si mbah ini, takutnya doanya benar-benar tidak dikabulkan. Jadilah akhirnya mereka menyembah kepada sang washilah, bukan kepada Allah seperti dalam Az Zumar ayat 3 tadi.

Kalau Memang Harus Bertawassul
 

Allah berfirman :
                Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan (QS Al Maidah : 35)
                Untuk tafsir ayat ini, Sufyan As Sauri telah meriwayatkan dari Talhah dari Ata dari Ibnu abbas bahwa yang dimaksud Al washilah dalam ayat ini adalah qurbah atau mendekatkan diri kepada Allah. Hal yang senada juga dikatakan oleh mujahid, Abu Wail Al Hasan, Qatadah, Abdullah ibnu katsir, As Saddi, dan Ibnu Zaid dan lain sebagainya.
                Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud ialah “Dekatkan diri kalian kepadaNya dengan taat kepadaNya dan mengerjakan hal-hal yang diridhoinya”
                Jadi Al Washilah disini tidak bermakna bertawassul terhadap makhluk, namun lebih bermakna mendekatkan diri kepada Allah dengan perantara amal baik kita dan juga taqwa.
Sesungguhnya Allah itu Dekat
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.  (Al Baqarah:186)
Allah sendiri menyatakan dalam surat di atas. Bahwa Dia dekat, dan Dia bersedia mengabulkan doa setiap orang yang berdoa meski tanpa perantara. Jadi intinya kalau Allah sudah menyatakan seperti itu, kenapa kita musti repot-repot bertawassul kepada makhluk kesana kemari?:D
Apa iya? Semua Tawassul Tidak Diizinkan?
Sebenarnya dalam Al Qur'an dan Sunnah, ada beberapa jenis tawassul yang diizinkan. Tawassul-tawassul tersebut antara lain:
1.       Tawassul dengan Asma’ul Husna
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu (QS Al A’raf :180)
        Al Qurthuby berkata tentang tafsir ayat ini, yaitu mohonlah kepada Allah dengan nama-namaNya. Dia dimohon dengan semua nama yang patut baginya. Anda mengatakan Wahai yang Mahapengasih kasihilah aku. Wahai Pemberi rizki beri aku rizki dan lain sebagainya
        Rasulullah bersabda        :
        “Sesungguhnya engkau telah memohon pada Allah dengan nama yang jika Dia dimohon dengannya, maka Dia member dan jika Dia dimohonkan dengannya, maka Dia mengabulkan” (2)

2.       Tawassul kepada Allah dengan kebaikanNya yang sudah berlalu
Ibnul Qayyim Al Jauziyah memberikan contoh doa Zakariya berikut
  
Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.(QS Maryam :4)

3.       Tawassul dengan Amal Shalih
Selain didasarkan pada surat Almaidah ayat 35, diperbolehkannya bertawassul dengan amal shalih diperkuat dengan hadist di bawah ini
Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiallahu  'anhuma, katanya: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelummu sama berangkat bepergian, sehingga terpaksalah untuk menempati sebuah gua guna bermalam, kemudian merekapun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini melainkan jikalau engkau  semua berdoa kepada Allah Ta'ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.
 Seorang dari mereka itu berkata: "Ya Allah. Saya mempunyai dua orang tua yang  sudah tua-tua serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah saya mencari kayu - yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak. Saya belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya sayapun terus memerah minuman untuk keduanya itu dan keduanya saya temui telah tidur. Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya saya tetap dalam keadaan menantikan bangun mereka itu  terus-menerus dan gelas itu tetap pula di tangan saya, sehingga fajarpun menyingsinglah, Anak-anak kecil sama menangis kerana kelaparan dan mereka ini ada di dekat kedua kaki saya. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka minum minumannya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar  mengharapkan keridhaanMu, maka lapanglah kesukaran yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutup ini." Batu besar itu tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.
Yang lain berkata: "Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai seorang anak paman wanita - jadi sepupu wanita - yang merupakan orang yang tercinta bagiku dari sekalian manusia - dalam sebuah riwayat disebutkan:  Saya mencintainya sebagai kecintaan orang-orang lelaki yang amat sangat kepada wanita - kemudian saya menginginkan dirinya, tetapi ia menolak kehendakku itu, sehingga pada  suatu tahun ia memperoleh kesukaran. lapun mendatangi tempatku, lalu saya memberikan seratus duapuluh dinar padanya dengan syarat ia suka menyendiri antara tubuhnya dan antara tubuhku -maksudnya suka dikumpuli dalam seketiduran. Ia berjanji sedemikian itu. Setelah saya dapat menguasai dirinya - dalam sebuah riwayat lain disebutkan: Setelah saya dapat duduk di antara kedua kakinya - sepupuku itu lalu berkata: "Takutlah engkau pada Allah dan  jangan membuka cincin - maksudnya cincin di sini adalah kemaluan, maka maksudnya  ialah jangan melenyapkan kegadisanku ini - melainkan dengan haknya - yakni dengan  perkawinan yang sah -, lalu sayapun meninggalkannya, sedangkan ia adalah yang amat tercinta bagiku dari seluruh manusia dan emas yang saya berikan itu saya biarkan dimilikinya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian dengan niat untuk mengharapkan keridhaanMu, maka lapangkanlah kesukaran yang sedang kita hadapi ini." Batu besar itu kemudian membuka lagi, hanya saja mereka masih juga belum dapat keluar dari dalamnya.
Orang yang ketiga lalu berkata: "Ya Allah, saya mengupah beberapa kaum buruh dan semuanya telah kuberikan upahnya masing-masing, kecuali seorang lelaki. Ia meninggalkan upahnya dan terus pergi. Upahnya itu saya perkembangkan sehingga ber-tambah banyaklah hartanya tadi. Sesudah beberapa waktu, pada  suatu hari ia mendatangi saya, kemudian berkata: Hai hamba Allah, tunaikanlah sekarang upahku yang dulu itu. Saya berkata: Semua yang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu itu, baik yang berupa unta, lembu dan kambing dan juga hamba sahaya. Ia berkata: Hai hamba Allah, janganlah engkau memperolok-olokkan aku. Saya menjawab: Saya tidak memperolok-olokkan engkau. Kemudian orang itupun mengambil segala yang dimilikinya. Semua digiring dan tidak seekorpun yang ditinggalkan. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian ini dengan niat mengharapkan keridhaanMu, maka  lapangkanlah kita dari kesukaran yang sedang kita hadapi ini." Batu besar itu lalu membuka lagi dan merekapun keluar dari gua itu.
(Muttafaq 'alaih)(3)

4.       Tawassul dengan Doa orang shalih yang masih hidup
Perlu digarisbawahi disini, kita diizinkan untuk bertawasul terhadap doa bukan terhadap orangnya. Jadi intinya kita boleh minta didoakan oleh orang shalih bukan berdoa atas nama orang shalih.
Sumber hukum diperbolehkannya tawassul jenis ini antara lain
Hadist Rasulullah
Akan datang pada kalian Uwais bin Amir bersama utusan penduduk Yaman, ia berasal dari Bani Murad kemudian Qarn. Dulu ia terkena penyakit kusta, kemudian sembuh dariNya kecuali satu bagian sebesar uang dirham. Ia memiliki ibu dan ia berbakti padanya. Seandainya ia bersumpah atas nama Allah, maka Allah akan mengabulkanya. Jika engkau bisa memintanya agar ia memintakan ampunan kepada Allah untukmu maka lakukanlah(4)
“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan(saudara)nya akan terkabulkan. Di kepalanya ada satu malaikat yang ditugaskan kepadanya. Setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan maka malaikat yang ditugaskan itu berkata Amiiin, dan engkau mendapatkan yang serupa dengannya” (5)
Nah, kenapa bertawassul kepada doa orang yang masih hidup diizinkan sedangkan bertawassul kepada doa orang mati tidak diizinkan. Dasarnya juga ada disini J
“Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka putuslah semua amalnya kecuali tiga perkara (yaitu) shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak-anak shalih yang mendoakannya”
Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa orang mati tak mungkin lagi mendoakan kita sebab Allah telah menentukan bahwa orang yang sudah meninggal amalnya terputus kecuali 3 perkara yang sudah disebutkan di atas. :D
Lagipula, ini juga bisa dikembalikan pada kondisi orang Quraisy dimasa sebelum kerasulan Muhammad SAW yang sudah diukiskan dalam surat Az Zumar ayat 3 tadi.

Catatan kaki
1.       Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Salim A Fillah
2.       Shahih Sunan Abu Dawud (1493)
3.       Riyadhus Shalihin 1
4.       Shahih Muslim (2542)
5.       Shahih Muslim (2733)
Sumber lain
1.       Tafsir Ibnul Katsir, Ibnul Katsir
2.       Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an, Al Qurthuby
3.       Badai’ at Tafsir , Ibnul Qayyim Al Jauziyah
NB
                Semua kembali kepada pembaca, saya tidak bermaksud menghalalkan atau mengharamkan sebab itu semua hanya wewenang para mujtahid :D, saya hanya memaparkan apa yang saya ketahui. Sebab tidak ada pendapat tanpa dasar. Jika ada yang salah mohon koreksi. Ok ^^d
Salam Ukhuwah :D

Selasa, 01 Juni 2010

sedikit kata tentang ukhuwah


menatap takjub berapa sosok demi sosok ombak tak takut hancur dipecah karang. itu sebab meraka insyaf diri sebagai bagian tak terpisahkan dari samudra akbar yang terus bergelora. begitulah kita dalam dekapan ukhuwah. diberikan peran sejarah oleh jamaah untuk bergerak  memberi pemandangan indah pada dunia. Tetapi kita semua hakikatnya satu ummat. sebentuk lautan. dengan keagungan tak bertepi
                                                                                        (Salim A Fillah)

Dalam dekapan ukhuwah, memberi pemandangan indah pada dunia. Dua kata yang perlu digaris bawahi saat kita melihat  kondisi kader dakwah saat ini yang mungkin tak disadari sudah sedikit tercerai hanya karena sedikit perbedaan pendapat dalam hal fiqih dakwah. Tak perlu saling tunjuk. tak perlu, sebab effeknya hanya akan mendatangkan pertentangan lagi. Yang perlu diingat, kita semua berada dalam satu ikatan yang indah, ukhuwah islamiyah. Sumber hukum kita sama, AlQuran dan Al Hadits. Semua sama. Tak ada islam radikal, moderat, fundamental, dan bla bla bla nya. Semua sama... jangan sampai terpengaruh barat yang membagi-bagi kita dengan istilah-istilah itu hingga secara tak sadar  dengan sukarela pola pikir dan tindakan kita mengikuti pengaruh barat itu, dan ujung-ujungnya adalah saling meyalahkan saudara kita sesama muslim.
Pun jika memang ada sikap yang salah, ingatkan dengan bahasa yang makruf, dengan diskusi-diskusi yang jernih.  Bukan sindiran-sindiran, ungkapan-ungkapan pedas, tulisan-tulisan media dengan judul'Membongkar borok golongan A' misalnya...sebab, cara-cara itu bukan malah menyadarkan melainkan malah melahirkan 'Amr bin Hisyam alias abu jahal zaman milenium . yang terkenal dengan gengsi nya untuk mengakui kebenaran.
Ingat, bahwa tujuan utama dakwah kita, memberi pemandangan indah pada dunia dengan tegaknya kalimat Allah. Mungkin memang sudah sunnatullah, Dia yang mengatur ada beberapa golongan yang mempersiapkan tegaknya syariat dari luar. Juga ada beberapa golongan yang mendukungnya  dengan memperbaiki dari dalam, memperbaiki akhlak para generasi muda. Memilih bergabung di bagian mana itu terserah anda yang penting luruskan niat dulu.
Jikalau suatu saat ada gesekan, selesaikan dengan kepala dingin dan kembalikan semua pada Al Qur'an dan Al Hadits. :D            
                                                                                                             SALAM UKHUWAH